‘AMALIYAH RASULULLAH DI BULAN RAMADHAN'
![]() |
Oleh : Nanang Sobarna, ME.Sy Baitul Mal Manager BMT Mardlotillah |
Bulan Ramadhan adalah salah satu
pintu menuju ketakwaan kepada Allah SWT.
Ada dua kejadian terpenting di bulan Ramadhan yaitu diwajibkannya shoum
dan diturunkannya Al-Qur’an. Al-Qur’an menjadi pedoman bagi orang yang bertaqwa
dan shoum mengantarkan orang beriman menjadi muttaqin.
Untuk
mendapatkan predikat muttaqin, maka Rasulullah-lah yang harus dijadikan contoh
dalam melakukan ‘amaliyah Ramadhan. Adapun ‘amaliyah Ramadhan yang senantiasa
dilakukan Rasulullah SAW di bulan Ramadhan selain shoum, diantaranya adalah:
1. Berinteraksi dengan Al-Quran
Al-Qur’an pada bulan
Ramadhan ini diturunkan ke bumi (dunia) untuk menjadi pedoman manusia dari
segala macam aktivitasnya di dunia. Dan malaikat Jibril turun untuk memuroja’ah
(mendengar dan mengecek) bacaan Al-Quran dari Rasulullah, maka Rasulullah SAW
memperbanyak membaca Al-Qur’an pada bulan Ramadhan.
2. Qiyam Ramadhan (Shalat Tarawih)
“ Barang siapa yang melakukan qiyam Ramadhan (Tarawih)
dengan penuh iman dan perhitungan, maka diampuni dosanya yang telah lalu” (Muttafaqun ‘aliahi)
3. Umrah
“Apabila datang bulan Ramadhan, hendaklah ia melakukan
umrah, karena nilainya setara dengan haji bersama Rasulullah SAW”. (HR. Bukhari dan Muslim).
4. I’tikaf dan Mencari Lailatul Qadar
I’tikaf adalah tinggal di masjid untuk bertaqarrub
kepada Allah dan menjauhkan diri dari segala aktivitas keduniaan. Dalam sebuah
hadits dikatakan, bahwa:
Rasulullah ketika memasuki sepuluh hari terakhir
menghidupkan malam harinya, membangunkan keluarganya dan mengencangkan ikat
pinggangnya” (HR Bukhari dan Muslim).
Aktifitas beritikaf ini salah satunya adalah dalam rangkan
untuk mencari Lailatul Qodar (malam kemuliaan) yang merupakan salah satu
keistimewaan yang Allah berikan kepada umat Islam. Dimana Lailatul Qodar ini
nilainya lebih baik dari seribu bulan. Beliau
bersabda:
"Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan." (Muttafaq 'alaih).
"Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir dari
Ramadhan." (HR. Al-Bukhari)
Yaitu malam-malam ganjil dari
bulan Ramadhan secara hakiki. Yakni malam 21, 23, 25, 27, dan 29.Lailatul Qadar
berpiindah-pindah dari dari satu malam ke malam ganjil lainnya pada setiap
tahunnya.
5. Bersemangat untuk Shodaqoh,
Infak dan Zakat
Dalam sebuah hadits disebutkan :
“Sebaik-baiknya sedekah yaitu sedekah di bulan Ramadhan.” (HR Al-Baihaqi, Alkhotib dan At- Turmudzi)
Salah satu bentuk shodaqoh yang dianjurkan adalah memberikan
ifthor (santapan berbuka) kepada orang-orang yang shoum. Seperti sabda beliau:
“Barangsiapa yang
memberi ifthor kepada orang-orang yang shoum, maka ia mendapat pahala senilai
pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang shoum
tersebut” (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah).
Pada
bulan Ramadhan ini pula Rasulullah SAW menyempurnakan ibadah shoumnya dengan
menunaikan Zakat Fitrah. Diantara hikmah zakat fitrah dilaksanakan pada bulan
Ramadhan yaitu untuk menyempurnakan ibadah
shoum yang dilakukan oleh kaum muslimin, karena pada kenyataannya banyak
diantara kaum muslimin yang shoum tapi masih melakukan hal-hal yang dapat
mengurangi pahala ibadah shoum mereka, misalnya: berbuat sesuatu yang tidak
bermanfaat dan sia-sia, berkata keji, berbohong. Hikmah yang lainnya, yaitu
untuk memberi makan orang-orang miskin sehingga mereka ikut bergembira pada
saat hari Raya Idul Fitri. Adapun Zakat fitrah ini ditunaikan sebelum
dilaksanakannya sholat ied. sebagaimana hadits Nabi SAW yang diriwayatkan dari
Ibnu Abbas ra. ia berkata : Barang siapa
yang mengeluarkannya sebelum salat, maka ia berarti zakat yang di terima dan
barang siapa yang mengeluarkannya sesudah salat ‘ied, maka itu berarti shadaqah
seperti shadaqah biasa (bukan zakat fithrah). (HR. Abu
Daud,Ibnu Majah dan Daruquthni).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar